Apa itu KPR?
KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah pinjaman bank untuk membeli rumah, apartemen, atau properti lain. Anda membayar uang muka (DP), bank melunasi sisa harganya ke penjual, lalu Anda mencicil pinjaman itu setiap bulan selama tenor yang disepakati — umumnya 5 sampai 25 tahun. Selama kredit berjalan, sertifikat properti menjadi jaminan di bank.
Cara menghitung cicilan KPR (metode anuitas)
Hampir semua bank di Indonesia memakai metode anuitas: cicilan per bulan sama besar selama suku bunganya tidak berubah. Di awal tenor sebagian besar cicilan habis untuk bunga, dan porsi pokoknya membesar menjelang lunas. Rumusnya:
Cicilan = P × r ÷ (1 − (1 + r)−n)
- P — pokok pinjaman, yaitu harga properti dikurangi DP.
- r — bunga per bulan, yaitu bunga per tahun dibagi 12.
- n — tenor dalam bulan, misalnya 20 tahun = 240 bulan.
Contoh: rumah seharga Rp 500 jt dengan DP 20% (Rp 100 jt) berarti pokok pinjaman Rp 400 jt. Dengan tenor 20 tahun dan bunga fixed 7,5% selama 3 tahun, cicilannya sekitar Rp 3.222.373 per bulan. Setelah masa fixed, sisa pokok dihitung ulang dengan bunga floating 11% sehingga cicilan menjadi sekitar Rp 4.026.089 per bulan. Total bunga selama 20 tahun mencapai sekitar Rp 537,33 jt.
Bunga fixed vs floating
Bunga fixed berlaku tetap selama periode tertentu, biasanya 1–5 tahun pertama, sehingga cicilan mudah direncanakan. Setelah itu berlaku bunga floating yang mengikuti suku bunga bank dan bisa naik atau turun. Karena bunga floating umumnya lebih tinggi daripada bunga promo, cicilan setelah masa fixed biasanya ikut naik.
Saat membandingkan penawaran bank, jangan hanya melihat bunga promo. Tanyakan perkiraan bunga floating, lalu masukkan angka yang sedikit lebih tinggi ke kalkulator ini agar Anda siap bila bunga naik.
Tips menentukan DP dan tenor
- DP yang lebih besar memperkecil pokok pinjaman, cicilan, sekaligus total bunga.
- Siapkan juga dana untuk biaya akad dan pajak (provisi, administrasi, notaris, asuransi, BPHTB) — nilainya bisa mencapai 5–10% dari harga properti.
- Usahakan seluruh cicilan utang tidak lebih dari sepertiga penghasilan bulanan.
- Tenor panjang membuat cicilan ringan, tetapi total bunganya jauh lebih besar. Coba geser tenor di kalkulator untuk membandingkan.
- Hitung kemampuan bayar dari cicilan setelah masa fixed, bukan dari cicilan promo.
Dokumen yang perlu disiapkan
Karyawan
- KTP pemohon (dan pasangan), Kartu Keluarga, NPWP.
- Surat nikah atau akta cerai bila ada.
- Slip gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja.
- Rekening koran atau mutasi tabungan 3–6 bulan terakhir.
Wiraswasta dan profesional
- KTP, Kartu Keluarga, NPWP.
- Izin usaha (NIB) atau izin praktik untuk profesional.
- Laporan keuangan atau rekening koran 6–12 bulan terakhir.
Dokumen properti
- Salinan sertifikat (SHM/HGB) dan PBG/IMB.
- Bukti lunas PBB tahun terakhir.
- Surat pemesanan atau perjanjian jual beli dengan penjual/developer.
Persyaratan tiap bank bisa berbeda — pastikan daftar lengkapnya ke bank pilihan Anda.